Renungan


Mazmur 103:1-14

Pujilah TUHAN, hai jiwaku!

1 Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

6 TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.

7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.

8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

 

Apakah Kasih Itu?

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pen-damaian bagi dosa-dosa kita. —1 Yohanes 4:10

Ketika ditanya, “Apakah kasih itu?”, anak-anak punya jawaban yang luar biasa. Noelle, usia 7 tahun, berkata, “Kasih itu adalah saat seorang wanita bilang ia menyukai baju seorang pria, dan pria itu memakai baju itu setiap hari.” Rebecca, usia 8 tahun, menjawab, “Sejak nenek mengidap radang sendi, ia tak bisa membungkuk untuk mengecat kuku kakinya. Jadi kakek yang melakukannya setiap saat, bahkan setelah tangan kakek juga terkena radang sendi. Itu namanya kasih.” Jessica, yang juga berusia 8 tahun, menyimpulkan, “Jangan berani bilang ‘Aku sayang kamu’ kecuali kamu memang sungguh-sungguh. Jika kamu sungguh-sungguh sayang, katakan itu berulang-ulang. Orang itu gampang lupa.”

Terkadang kita perlu diingatkan bahwa Allah mengasihi kita. Kita terlalu sering memikirkan kesulitan yang kita alami dan bertanya, Di mana kasih itu? Namun ketika kita berhenti sejenak dan merenungkan semua yang telah Allah lakukan, kita ingat betapa kita telah begitu dikasihi Allah yang adalah kasih itu sendiri (1Yoh. 4:8-10).

Mazmur 103 menuliskan daftar “berkat” yang dicurahkan Allah kepada kita dalam kasih: Dia mengampuni segala dosa kita (ay.3), memuaskan kita dengan kebaikan (ay.5), menjalankan keadilan dan hukum (ay.6). Dia panjang sabar dan berlimpah kasih setia (ay.8). Dia tidak melakukan kepada kita setimpal dengan dosa kita (ay.10) dan telah menjauhkan pelanggaran kita sejauh timur dari barat (ay.12). Dia tidak melupakan kita!

Jadi, apakah kasih itu? Allah itu kasih, dan Dia mencurahkan kasih-Nya kepada Anda dan saya.

 

Allah kita adalah Allah—

Tiap hari kebenaran dan kasih-Nya tak berubah,

Dia setia dan tiada bandingnya,

Karena Allah adalah Allah—Dia tak berubah. —D. DeHaan

 

Kematian Kristus adalah ukuran kasih Allah kepada Anda.

 

*** Informasi : Renungan diambil dari  Renungan Harian & Our Daily Bread (international) dan cerita refleksi disesuaikan dengan tema renungan. (crosslinkmedia.wordpress.com)