Benar & Salah

Posted: 5 July 2010 in Introspeksi

Dalam hidup kita terbiasa dengan cara pandang dualisme, baik-buruk, benar-salah, terang-gelap, hitam putih, dsb, hingga kita terkadang terkotak-kotak dalam satu pandangan tertentu..

Kita ingat dahulu pertama tidak berani berpikir benar dan salah mulut kita tidak berani berbicara tentang untung rugi.

Beberapa tahun kemudian mulai berpikir tentang benar dan salah, mulut mulai berbicara tentang untung rugi, dan untuk pertama kalinya berani menyadari banyak hal.

Setelah beberapa tahun mulai berani berpikir tentang apa saja tanpa membedakan benar dan salah, mengatakan apa saja yang ada dimulut kita tanpa membedakan untung dan rugi.

Setelah beberapa tahun lagi bepikir tentang apa saja yang datang ke dalam benak kita dan mengatakan apa saja yang ada dipikiran kita tanpa berpikir benar dan salah. Saat itulah kita mencapai ketenangan yang luar biasa, tidak lagi berpikir benar dan salah, untung dan rugi, menggapai pikiran yang universal (menyatu dengan alam). Dan tidak lagi berpikir tentang kejadian yang telah lewat, tetapi apa yang ada di hati dan pikiran.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s