Sang Pengembara

Posted: 28 June 2010 in Introspeksi

Sang pengembara berjalan menyusuri keindahan hidup yang memikat, tak pernah sama, ada yang mengembara untuk merenungi keindahan alam, merenungkan hidup ataupun benda-benda berubah.

Bukankah pengembaraannya sama dengan kita ?, ataupun orang lain ?. Karena apapun yang kita lihat selalu tampak berubah, ada sahabat yang begitu sangat terpesona terhadap sesuatu yang tidak pernah sama, tapi ia sendiri tidak pernah memahami/mengetahui bahwa kita tidak pernah sama.

Kita seperti menyibukan diri dalam pengembaraan luar, dan tidak lebih memahami bagaimana merenungi pengembaraan didalam, karena dengan pengembaraan luar kita mencari kekurangan-kekurangan kita, sementara dengan pengembaraan di dalam kita menemukan kelengkapan di dalam kita.

Sahabat yang mengembara karena tertarik keindahan diluar, akan merasa sedih atau kecewa terhadap apa yang dilihatnya, dan ia tidak akan pernah puas akan pengembaraannya.

Sementara seorang pengembara yang ahli tidak memikirkan kejadian diluar yang sudah lewat, tetapi apa yang ada di hati dan pikirannya, kesadaran murni yang memungkinkan menembus inti, dan ia tidak membedakan dirinya dengan orang lain.

Pengembara yang baik tak pernah berfikir untuk apa dirinya ada, dan untuk apa ia berjalan, ia tidak akan mengubah perasaan dan expresinya hanya karena ingin diperhatikan, ia datang sendiri, pergi sendiri, dan tak ada yang bisa menghalanginya.

Pengembara yang menonjolkan diri akan menarik perhatian orang lain, itu bukan kebijaksanaan, melainkan kebodohan.

salam pengembara…

20100628_225952.jpg

Posted by Wordmobi

Comments are closed.