Pengkhotbah

Posted: 19 October 2009 in Cerita Refleksi

Pengkhotbah itu dipuji karena khotbahnya yang memikat.

Tetapi ia mengakui kepada teman-temannya bahwa khotbahnya

yang memikat itu tidak pernah berdampak seperti kata-kata

Sang Guru yang sederhana.

Setelah hidup bersama dengan Sang Guru selama seminggu, kini

ia mengetahui dengan tepat alasannya.

“Ketika ia berbicara,” kata pengkhotbah itu, “bicaranya

bermuatan keheningan, sedangkan bicaraku bermuatan

pemikiran.”

(Anthony de Mello)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s