Pencuri & Mesjid

Posted: 19 October 2009 in Cerita Refleksi

Sesudah pesta, seorang Muslim kaya pergi ke masjid dan harus

melepaskan sepatunya yang mahal harganya dan meninggalkannya

di luar masjid.

“Betapa  bodohnya  saya,”  katanya  kepada  dirinya sendiri.

“Dengan meninggalkan sepatu di sini, saya memberi kesempatan

kepada  orang untuk mencurinya. Saya akan dengan senang hati

memberikannya. Tetapi sekarang saya bertanggung jawab karena

menciptakan seorang pencuri.”

(Anthony de Mello SJ)

Comments
  1. wah.. bener..
    good..good..
    Pencurian kalo kata bang napi karena ada kesempatan….
    Jadi Waspadalah.. Waspadalah…

    Pencuri yg baik , adalah pencuri hati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s