Indahnya Mengampuni

Posted: 19 October 2009 in Introspeksi

MENGAPA TIDAK MAU MENGAMPUNI?

Ada beberapa sebab mengapa orang sulit mengampuni:
Victim Mentality.

Acapkali orang ‘menikmati’ keadaan sebagai ‘korban’ yang paling malang di dunia. Ia jadi terpuruk dalam sikap mengasihani diri sendiri dan menjadi tidak peduli terhadap keberadaan orang lain. Bahkan, seringkali ia menikmati ‘belas kasihan’ dan perhatian yang ditujukan kepadanya.
Merasa Harga Diri Direndahkan.

Demi ‘membela’ harga diri di mata manusia, seseorang mempertaruhkan seluruh hartanya, bahkan menghalalkan segala cara demi mengejar kepuasan semu. Sesungguhnya kemuliaan dan harga diri yang sejati, kita peroleh jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan!
Kesombongan.

Seringkali kita merasa sebagai orang yang paling baik, paling layak, dan ‘paling-paling’ yang lain, sehingga kita bak pualam yang mahal yang tak mungkin bisa tersentuh apalagi dibuat retak dan pecah akibat perbuatan orang lain. Dengan demikian, kita memandang rendah orang lain.
Tidak Ada Lagi Kambing Hitam Yang Bisa Dipersalahkan.

Ada perasaan kehilangan target ‘kambing hitam’ yang bisa selalu dimaki, disalahkan, dan dipermalukan jika kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita

INDAHNYA MENGAMPUNI
Mengampuni adalah suatu hal yang mulia, namun memang tidak mudah. Saat seseorang menyakiti hatimu, kadang sulit untuk memadamkan amarah di dada. Biarpun demikian, pengampunan sangat mungkin dilakukan – dan hal ini akan sangat berpengaruh positif terhadap kesehatan mental dan fisik Anda.

Jadi, bagaimana kita mulai mengampuni? Cobalah beberapa langkah ini:
Datang Pada Tuhan, Sumber Kasih & Pengampunan.

Dengan kekuatan sendiri, mustahil kita bisa mengampuni. Dekatkan dirimu kepada Tuhan, bertobat dan minta ampun atas segala kesalahan kita, dan terimalah pengampunanNYA.
Tenangkan Dirimu.

Untuk mengurangi amarah, cobalah teknik manajemen stress sederhana ini. “Tarik nafas panjang, dan pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan Anda, seperti pemandangan yang indah atau orang-orang yang Anda kasihi.”
Ambil Inisiatif.

Jangan tunggu orang yang bersangkutan minta maaf. Tidak peduli bagaimana responnya, yang penting Anda sudah berbuat tepat dan benar untuk diri Anda sendiri. Anda telah bebas dari tirani kepahitan hati yang menindas. Bila belum sanggup bertemu secara langsung, gunakan teknologi yang ada sebagai pendahuluan dari pertemuan yang sesungguhnya. Contoh: sms, telepon, surat, email, dll.
Bersabarlah.

Kalau kepedihan Anda begitu mendalam. Anda bisa ‘mencicil’ pengampunan itu sedikit demi sedikit.
Ampunilah “Secara Eceran” bukan “Grosiran”.

Mengampuni secara global hampir mustahil untuk dilakukan. Fokuslah pada perbuatan tertentu yang menyinggung Anda. Mungkin akan membantu jika Anda menulisnya.
Cobalah Dari Sudut Pandang Orang Yang Menyinggung Anda.

Jika Anda berempati kepada orang itu, bisa jadi Anda akan memahami mengapa ia sampai menyakiti Anda.
Setelah itu, Fokuskan Energi Anda Untuk Memandang Keuntungan-keuntungan Mengampuni.
Jangan Lupa Mengampuni Diri Sendiri.

Bagi banyak orang, mengampuni diri sendiri adalah bagian yang tersulit, namun hal itu dapat merampas rasa percaya dirimu jika tidak dilakukan. Bersikap apa adanya sangat penting. Akuilah kesalahan Anda, SELAMAT MENGAMPUNI DAN DIPULIHKAN”

Forgiveness does not change the past, but it does enlarge the future….

Diposkan oleh : Herry Sembodo

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s