Rahasia dari Biara The Ark I

Posted: 3 September 2009 in Introspeksi

Puisi-puisi ini diambil dari :

The Book of Mirdad
Kitab Rahasia dari Biara The Ark
Mikhail Naimy

Untuk mendapatkan penjelasan tentang maknanya diharapkan membaca bukunya secara menyeluruh, untuk menjauhkan dari kesalahan penafsiran atau presepsi yang kurang tepat.

Jika engkau dapat melihat dan berbicara dengan benar, maka engkau tak akan melihat apa pun selain dirimu dan mengatakan apa pun selain dirimu.
Karena engkau berada di dalam segalanya dan di atas segalanya, sebagaimana ada di dalam kata-kata dan di atas kata-kata…, engkau adalah yang dapat melihat dan dapat berbicara.

Jika engkau mendapati duniamu menjadi teka-teki yang membingungkan, itu karena dirimulah teka-teki yang membingungkan. Jika perkataanmu menjadi sesuatu yang menyedihkan, itu karena dirimu sendirilah yang menyedihkan.

Jika Aku menjadi satu, maka duniamu adalah satu; dan engkau berada dalam kedamaian abadi bersama semua penghuni surga dan penduduk Bumi.
Jika aku menjadi banyak, maka duniamu pun adalah banyak; dan engkau berada dalam peperangan tanpa akhir bersama dirimu sendiri dn semua mahluk yang berada di dunia lain ciptaan Tuhan.
Aku adalah pusat dari kehidupanmu yang menebarkan segalanya yang membuat keseluruhan duniamu, dan tempat mereka dipertemukan.
Jika Aku dapat bertahan, maka duniamu dapat bertahan: tak ada kekuatan yang lebih tinggi atau lebih rendah dapat menggucangkanmu ke kanan atau ke kiri. Jika Aku bergabti, maka duniaku akan berganti; dan engkau adalah daun yang dihembuskan kesana kemari oleh angina yang mengamuk.

Manusia adalah tubuh dalam balutan kain. Waktu adalah balutan kain.
Ruang adalah balutan kain. Daging adalah balutan kain, dan seperti semua rasa dan segalanya adalah kekuatan kain, dan seperti semua rasa dan segalanya adalah balutan kain. Sang ibu sangat mengetahui bahawa balutan kain bukanlah bayinya. Namun si bayi tak akan tahu bahwa ia terbalut kain.
Manusia tak menyadari bahwa balutannya berganti dari hari ke hati dan dari tahun ke tahun. Karena kesadarannya selalu berubah; dank arena ucapannya yang berasal dari kesadarannya tidak pernah jelas dan tepat makna; dan karena pengertiannya terhalang kabut; dan karena hidupnya tidak seimbang. Maka kebingungan menjadi tiga kali lebih membingunkan.
Maka manusia meminta pertolongan. Tangis pilunya bergema melalui ruang dan waktu. Udara dipenuhi ratapannya. Laut terasa asin karena air matanya.

Bumi disesaki makam-makamnya. Surga dikalahkan oleh doa-doanya. Dan semua karena ia tidak mengetahui makna Aku-nya yang merupakan balutan kain sebagaimana bayi yang terbalut kain.

Dunia yang dipenuhi keangkuhan dan teracuni akan mencederai kepalamu. Menyemburmu dengan hukum-hukum haus darah, kepercayaan-kepercayaan busuk, dan kehormatan semu. Ia akan mengaggapmu musuh dari ordo dan agen kekacauan dan kehancuran.
Menebar duri di jalanmu dan menghaparkan tanaman beracun di ranjangmu. Ia kan melontakan kutukan ke dalam telingamu dan meludahkan cemoohan ke wajahmu.
Jangan sampai hatimu kehilangan kesadaran.
Namun jadilah seperti Laut yang luas dan dalam, memberikan berkatnya kepada ia yang mengutukmu.
Jadilah seperti Bumi yang murah hati dan tenang, yang mengubah kekejian hati manusi menjadi kesehatan dan kecantikan.

Jadilah seperti Udara yang bebas dab tak terikat. Bilah pedang takkan mampu melukaimu hingga akhirnya ia melusuh dan berkarat. Tangan yang mengayunnya tidak akan membahayakanmu hingga akhirnya ia kelelahan dan berhenti.
Dunia tak mengenalmu, ia tak dapat menampungmu. Maka ia menerimamu dengan taring. Tapi engkau, mengenal dunia, dapat menmpungnya. Maka engkau harus mengatasi amarahmu dengan kelembuta, dan menenggelamkan fitnahnya dengan Pengertian dan Pengertian akan berkuasa.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s