Menemukan diri sendiri

Posted: 27 August 2009 in Cerita Refleksi

Ada seorang tabib perang, ia frustasi karena ia menyembuhkan prajurit yang terluka, dan prajrit itu berperang lagi, teluka dan mati. Ia tidak mengerti adakah manfaat baginya menjadi tabib perang.

Dan ia begitu tertekan dan sangat frustasi hingga ia tak mau lagi mengobati orang. Lalu, ia pergi ke gunung untuk merenung……

Setelah tinggal beberapa lama merenung…
Akhirnya, ia mengerti masalah yang ia hadapi. Ia turun gunung uantuk menjagi tabib perang lagi. Ia bilang “Itu karana saya seorang tabib”

Tidak mengidentifikasikan diri sendiri dengan sesuatu, atau menghubungkan sesuatu dengan ‘saya’, dan mengerti bahwa pendapat yang mengatakan ada suatu ‘saya’ yang berbeda dari benda lain adalah noda – itulah kebijaksanaan sejati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s