Thomas Aquino Berhenti Menulis

Posted: 26 August 2009 in Cerita Refleksi

Diceritakan bahwa Santo Thomas Aquinas, salah seorang teolog yang paling bijak di dunia, tiba-tiba berhenti menulis menjelang akhir hidupnya. Waktu sekretarisnya mengeluh bahwa karyanya belumlah selesai Thomas menjawab: Frater Reginald, ketika aku merayakan Misa beberapa bulan yang lalu, aku mengalami Yang Ilahi. Pada hari itu aku sama sekali kehilangan minat untuk menulis. Sebenarnya, semua yang telah kutulis tentang Allah bagiku tampaknya seperti jerami belaka.’

Memang seharusnya demikian jika seorang cendekiawan menjadi seorang mistik.

Ketika seorang mistik turun dari gunung, ia disongsong oleh seorang ateis yang berkata mencemooh: ‘Apa yang kaubawa dari taman kebahagiaan yang kaukunjungi?’

Orang mistik itu menjawab: ‘Aku sungguh berniat mengisi jubahku dengan bunga-bunga. Dan bila kembali pada kawan-kawanku, aku bermaksud menghadiahi mereka beberapa kuntum bunga. Tetapi ketika aku di sana, keharuman taman itu membuatku mabuk, sehingga aku menanggalkan jubahku.’

Para guru Zen mengatakan hal itu lebih padat dan tepat: ‘Orang yang tahu, tidak banyak bicara. Orang yang banyak bicara, tidak tahu.’ ——– [1]

Catatan : Frater (Latin) = saudara; atau panggilan untuk biarawan yang tidak/belum ditahbiskan

Anthony De Mello SJ

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s