Kamu Boleh Menangis Apabila di Parokimu Sendiri

Posted: 26 August 2009 in Cerita Refleksi

Pengkhotbah memang lebih dari biasa pandai berbicara dan semua saja, tetapi juga semua, mencucurkan airmata. Namun tidak sungguh semua, sebab di bangku depan, ada seorang pria memandang lurus ke depan, tidak tersentuh oleh khotbah.

Setelah selesai kebaktian, ada orang bertanya “Anda mendengar khotbahnya, bukan?”

“Tentu saja” kata pria tadi kaku. “Aku tidak tuli!”

“Bagaimana pendapat anda?”

“Kupikir, bagiku mengharukan, aku bisa menangis.”

“Dan mengapa, kalau boleh tanya, anda tidak menangis.”

“Karena” kata pria tadi. “Aku tidak termasuk paroki ini.”

(Anthony De Mello SJ)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s