Menyimak

Posted: 4 August 2009 in Introspeksi

oleh: J. Krishnamurti

Menyimak dengan Nyaman
Pernahkah Anda duduk dengan sangat diam, bukan memusatkan perhatian pada sesuatu, bukan berupaya untuk berkonsentrasi, melainkan dengan batin sangat hening, sungguh-sungguh diam? Maka Anda akan mendengar segala sesuatu, bukan? Anda mendengar suara-suara yang jauh maupun yang lebih dekat, suara-suara yang amat dekat, yang muncul di dekat Anda—yang sesungguhnya berarti Anda tengah menyimak terhadap segala sesuatu. Batin Anda tidak terkungkung pada satu alur sempit. Jika Anda dapat menyimak dengan cara ini, menyimak dengan nyaman, tanpa tegang, Anda akan mendapati suatu perubahan luar biasa terjadi dalam diri Anda, perubahan yang terjadi tanpa Anda kehendaki, tanpa Anda minta; dan dalam perubahan itu terdapat keindahan luhur dan kedalaman pencerahan.

Mengesampingkan Tabir-Tabir
Bagaimana Anda menyimak? Apakah Anda menyimak dengan proyeksi-proyeksi Anda, melalui proyeksi Anda, melalui ambisi, keinginan, ketakutan, kecemasan Anda, dengan hanya mendengar apa yang Anda ingin dengar, hanya apa yang memuaskan, apa yang memenuhi dahaga, apa yang memberikan kenyamanan, apa yang untuk sementara meringankan penderitaan Anda? Jika Anda menyimak melalui tabir keinginan-keinginan Anda, maka jelas Anda menyimak suara Anda sendiri; Anda menyimak keinginan-keinginan Anda sendiri. Dan adakah bentuk menyimak lain?

Bukankah penting untuk menemukan bagaimana menyimak, bukan hanya menyimak apa yang dikatakan, melainkan juga menyimak segala sesuatu— menyimak kebisingan di jalan-jalan, menyimak kicau burung, menyimak berisiknya trem di jalan, menyimak laut yang tidak bisa diam, menyimak suara suami Anda, menyimak istri Anda, menyimak teman-teman Anda, menyimak tangis bayi? Penyimakan menjadi penting hanya bila kita tidak memproyeksikan keinginan-keinginan kita melalui apa yang kita simak. Dapatkah kita mengesampingkan semua tabir itu, yang melaluinya kita menyimak, dan sungguh-sungguh menyimak?

Di Luar Kebisingan Kata-Kata
Menyimak adalah seni yang tidak mudah didapat, tetapi di situ terdapat keindahan dan pemahaman luhur. Kita menyimak dengan berbagai kedalaman diri kita, tetapi cara menyimak kita selalu disertai suatu prakonsepsi atau berangkat dari suatu sudut pandang tertentu. Kita tidak sekadar menyimak; selalu ada tabir menyela berupa pikiran-pikiran, kesimpulan-kesimpulan dan prasangka-prasangka kita sendiri. … Untuk dapat menyimak haruslah ada keheningan di dalam, kebebasan dari ketegangan untuk memperoleh sesuatu, suatu perhatian yang rileks. Keadaan yang waspada tapi pasif ini mampu mendengar apa yang berada di luar kesimpulan kata-kata. Kata-kata membingungkan; itu hanya cara berkomunikasi lahiriah; tetapi untuk menghayati di luar kebisingan kata-kata haruslah ada sikap pasif tapi waspada di dalam menyimak. Mereka yang mencinta dapat menyimak; tetapi amat jarang orang menemukan seorang penyimak. Kebanyakan dari kita selalu mengejar hasil, menggapai cita-cita; kita selamanya mengatasi dan menaklukkan, dan dengan demikian tidak menyimak. Hanya di dalam menyimak kita mendengar nyanyian kata-kata.

Menyimak Tanpa Pikiran
Saya tidak tahu apakah Anda pernah menyimak seekor burung. Menyimak sesuatu menuntut bahwa batin Anda harus hening—bukan keheningan mistikal, melainkan sekadar hening. Saya mengatakan sesuatu kepada Anda, dan untuk menyimak saya, Anda harus hening, bukan membiarkan segala macam gagasan berdengung di dalam batin Anda. Ketika Anda memandang sekuntum bunga, Anda memandangnya, bukan memberinya nama, bukan menggolongkannya, bukan berkata bunga itu termasuk spesies anu—kalau Anda lakukan itu, Anda tidak lagi memandangnya. Dengan demikian saya berkata, menyimak adalah salah satu hal yang paling sulit dilakukan—menyimak seorang komunis, menyimak seorang sosialis, menyimak anggota parlemen, menyimak sang kapitalis, menyimak siapa pun, menyimak istri Anda, menyimak anak-anak Anda, menyimak tetangga Anda, menyimak kondektur bus, menyimak seekor burung—sekadar menyimak. Hanya apabila Anda menyimak tanpa gagasan, tanpa pikiran, maka Anda berhubungan secara langsung; dan dengan berhubungan langsung, Anda akan memahami apakah yang dikatakannya itu benar atau salah; Anda tidak perlu berdiskusi.

Menyimak Membawa Kebebasan
Bila Anda berupaya untuk menyimak, apakah Anda menyimak? Tidakkah upaya itu sendiri mengalihkan perhatian sehingga menghalangi penyimakan? Apakah Anda berupaya ketika Anda menyimak sesuatu yang menyenangkan Anda? … Anda tidak menyadari kebenaran, Anda juga tidak melihat yang palsu sebagai palsu selama batin Anda dipenuhi daya upaya, dipenuhi pembandingan, dipenuhi pembenaran dan pengutukan. …

Menyimak itu sendiri adalah tindakan yang lengkap; tindakan menyimak itu membawa kebebasannya sendiri. Tetapi apakah Anda sungguh-sungguh berminat untuk menyimak, atau berminat untuk mengubah kegoncangan di dalam batin Anda? Jika Anda menyimak … dalam arti menyadari konflik-konflik dan kontradiksi-kontradiksi Anda tanpa memaksakannya ke dalam suatu pola pikir tertentu, mungkin semua itu akan berakhir. Lihat, kita terus-menerus mencoba menjadi ini-itu, mencoba mencapai suatu keadaan tertentu, mencoba menangkap suatu pengalaman tertentu dan menghindari pengalaman lain, dengan demikian, batin terus-menerus sibuk dengan sesuatu; ia tidak pernah diam untuk menyimak bisingnya pergulatan dan kesakitannya sendiri. Bersikaplah sederhana … dan jangan mencoba menjadi sesuatu atau menangkap suatu pengalaman.

Menyimak Tanpa Upaya
Anda sekarang menyimak saya; Anda tidak berupaya untuk menyimak, Anda sekadar menyimak. Dan jika terdapat kebenaran dalam apa yang Anda dengar, Anda akan mendapati suatu perubahan luar biasa terjadi dalam diri Anda—suatu perubahan yang tidak dipikirkan dulu atau diinginkan, suatu transformasi, suatu revolusi menyeluruh, yang di situ kebenaran itu sendiri berkuasa dan bukan ciptaan batin Anda.

Dan kalau boleh saya sarankan, Anda harus menyimak secara itu kepada segala sesuatu—bukan hanya kepada apa yang saya katakan, tetapi juga kepada apa yang dikatakan orang lain, kepada kicau burung-burung, kepada peluit lokomotif, kepada kebisingan bus yang melintas. Anda akan mendapati bahwa semakin banyak Anda menyimak kepada segala sesuatu, makin besar keheningan, dan lalu keheningan itu tidak terputus oleh kebisingan. Hanya jika Anda menentang sesuatu, hanya jika Anda mendirikan penghalang antara Anda dengan apa yang Anda tidak mau simak—hanya di situlah terdapat pergulatan.

Menyimak Diri Anda Sendiri
PENANYA: Selagi saya berada di sini menyimak Anda, tampaknya saya paham, tetapi bila saya pergi dari sini, saya tidak paham, sekalipun saya mencoba menerapkan apa yang Anda katakan.

KRISHNAMURTI: … Anda menyimak diri Anda sendiri, dan bukan menyimak pembicara. Jika Anda menyimak pembicara, ia menjadi pemimpin Anda, cara Anda untuk memahami—yang mengerikan, yang jahat, karena Anda lalu membuat hirarki otoritas. Jadi, apa yang Anda lakukan di sini adalah menyimak diri Anda sendiri. Anda memandang gambar yang dilukis oleh pembicara, yang adalah gambar Anda sendiri, bukan gambar pembicara. Jika sampai di sini jelas, bahwa Anda memandang diri Anda sendiri, maka Anda dapat berkata, “Nah, saya melihat diri saya seperti apa adanya, dan saya tidak ingin melakukan sesuatu terhadap itu”—dan semua itu berakhir. Tetapi jika Anda berkata, “Saya melihat diri saya seperti apa adanya, dan harus ada perubahan,” maka Anda mulai bekerja dengan berangkat dari pemahaman Anda sendiri—yang sama sekali lain dari penerapan apa yang dikatakan pembicara. … Tetapi jika, sementara pembicara berbicara, Anda menyimak diri Anda sendiri, maka dari penyimakan itu timbullah kejelasan, timbullah kepekaan; dari penyimakan itu batin menjadi sehat, kuat. Tanpa menurut atau menentang, batin menjadi hidup, intens—dan hanya manusia seperti itulah yang dapat menciptakan generasi baru, suatu dunia baru.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s