Sejenak Tertawa II

Posted: 29 July 2009 in Humor

Kisah si Alfred

Adalah seorang pekerja Inggris yang sedang bekerja di lantai 13 sebuah gedung. Tiba-tiba seorang berteriak-teriak, “Alfred.. Alfred… anak perempuanmu Rossie mati krn kecelakaan… Alfred…!”
Karena panik, orang ini langsung loncat lewat jendela … dari lantai 13.
Ketika dia hampir mendekati lantai 9, dia baru ingat bahwa dia tidak punya anak perempuan bernama Rossie, setelah dia hampir mendekati lantai 5, dia baru sadar bahwa dia belum menikah.. apalagi punya anak. Dan ketika dia hampir menyentuh tanah.. dia baru sadar bahwa namanya bukanlah Alfred..

Perampok

Pintu bilik dibuka dengan kuat dan mengejutkan sepasang suami isteri yang sedang tidur nyeyak. Seorang lelaki dengan wajah garang mengacukan senjata tajam ke arah si isteri.
Perompak : “Sebelum kamu mati kubunuh, sebutkan namamu!”
Isteri : “Na… nama sa… saya… Aisyah”
Perompak : “Aisyah? nampaknya sama dengan nama ibuku. Aku tidak boleh membunuhmu,”
Lalu dia mendekati si suami dan sambil mengacukan senjatanya ia berkata,
Perompak : “Sebutkan namamu. Aku mesti tahu nama setiap orang yang menjadi korbanku.”
Suami : “Namaku Irwan.. tapi…. semua orang memanggilku Aisyah….”

Susah membuang kebiasaan

Seorang pria yang sangat gemuk pergi ke seorang dokter untuk konsultasi program diet.
DOKTER: anda harus sungguh-sungguh disiplin di dalam menjaga makanan anda,
PRIA: baik dok
DOKTER: sekarang anda hanya boleh makan tiga lembar daun selada, sepotong roti panggang, segelas sari jeruk dan sebuah tomat,
PRIA: semua itu harus saya habiskan sebelum atau sesusah makan, dok?
Sulit untuk Dijelaskan

Seorang petani sedang duduk terpekur di teras rumahnya ketika tetangganya lewat dan bertanya apa yang membuatnya kelihatan suntuk.
“Aku baru mengalami sesuatu yang sulit untuk dijelaskan,” kata si petani.
“Cobalah untuk menceritakannya dari awal, barangkali aku bisa membantu,” kata tetangganya.
“Tadi aku kan lagi memerah susu sapiku. Nggak seperti biasanya, kali ini dia agak rewel. Begitu ember hambir penuh, tiba-tiba saja kaki kiri sapiku menendangnya dan tumpah. Jadi aku ikat kakinya ke tiang.”

“Lalu,” tanya tetangganya.
“Aku mulai lagi memerah, tapi kemudian ditendang lagi pakai kaki kanan. Aku ikat kaki kanan sapiku ke tiang satunya. Eee.. begitu aku mulai memerah lagi ekornya mengibas-kibas ke kepalaku. Karena sudah nggak ada tali lagi, aku buka sabuk celanaku untuk mengikat ekor sapiku.”
“Lalu?,” tanya si tetangga.
“Begitu sabuk aku lepas, celanaku melorot. Dan saat itulah istriku masuk ke kandang.”
Tragedi Buah Apel

Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama masuk sekolah. Diatas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel, lalu sambil membalikkan badannya ia bertanya kepada para murid : “Gambar apa ini ?”

Tak ayal para murid secara serentak berseru : “Pantat!”
Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya.
Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas, lalu dengan emosi ia memarahi semua murid.

“Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang kalian lakukan terhadapnya ?!”
Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala sekolah kemudian menoleh ke arah papn tulis, ia semakin marah
ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis: “Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar pantat di papan tulis!”
Mendengar ini sang guru wanita langsung pingsan.

Pengusaha yang Sakit

Seorang pengusaha merasa sangat sakit dan pergi ke dokter. Dan dokter pun memeriksanya dengan teliti. Tiba-tiba dokter itu terkejut dan mundur beberapa langkah dan berkata pada pengusaha tersebut.
” Anda mengalami infeksi virus rabies yang cukup ganas. Dan ini akan berakibat fatal pada anda…”
Pengusaha itu pun terkejut, dan setelah agak tenang dapat menguasai dirinya kembali, ia berkata pada dokter tersebut.
“Dok, …. dapatkah anda ambilkan selembar kertas dan pulpen …?”
“O… tentu. Apakah anda akan menulis surat wasiat buat keluarga anda ? ”
“Tidak …… Saya hanya ingin membuat daftar orang-orang yang ingin saya gigit….”

Obrolan santai
Seorang mahasiswa sedang asyik berbicara dengan seorang pengemis tua di depan kampus UI
Mahasiswa : “Sudah lama mengemis di sini pak?”
Pengemis : “Ya… lebih kurang sudah 8 tahun , nak..”
Mahasiswa : Wah, sudah lama juga ya pak.. sehari biasanya dapat berapa pak?”
Pengemis : “Paling sedikit rp 30.000 nak …”
Mahasiswa : Banyak juga ya pak”.
Pengemis : “yaa untuk makan keluarga di rumah nak…”
Mahasiswa : “Ehhhh…keluarga ada di mana?”
Pengemis : “Anak saya semuanya ada 3 orang, yang pertama ada di Universitas borobudur di kalimalang, yang kedua ada di Universitas UKI di cawang dan yang ketiga di Universitas Tri sakti digrogol…”
Mahasiswa : “Waaahhh, hebat-hebat keluarga bapak ya…salut saya sama bapak bisa melanjudkan sekolah anak sampai perguruan tinggi.. Eh..Anak bapak itu semuanya masih kuliah?”
Pengemis : “yaaa tidaklah nak….semuanya mengemis seperti saya…”

Uhhhhh mahalnya

Ricky pergi menemui seorang psikiater dan berkata, “dok, aku punya masalah. setiap kali aku berbaring di tempat tidur, aku merasa ada orang di kolong tempat tidur dan setiap kali aku masuk ke kolong tempat tidur, aku merasa ada seseorang di atas tempat tidur. aku hampir gila karenanya!” “jangan kuatir, percayakanlah kepadaku dan aku akan merawatmu selama setahun. datanglah padaku 2 kali dalam seminggu dan biaya perawatannya rp. 200,000 setiap pertemuan.” tetapi ricky tidak pernah menemui dokter itu lagi meskipun hanya sekali.

Akhirnya 3 bulan kemudian si dokter ketemu ricky di jalan dan dokter itu bertanya, “ricky, kenapa kau tidak pernah datang lagi untuk terapi?” ricky menjawab, “rp. 200,000 setiap pertemuan? mahal sekali! pelayan di rumahku menyembuhkanku dengan hanya rp. 10,000 dan ia telah memotong kaki tempat tidurku!”
Orang desa masuk kota

Ada orang desa yang masih lugu datang ke jakarta. dia pergi ke perkantoran di kawasan sudirman untuk mencari anaknya yang menjadi manager. sebelum masuk lift dia melepas sandalnya, kemudian masuk lift dan memencet nomor 13. setelah sampai di lantai 13, dia kaget bukan kepalang karena sandalnya sudah tidak ada. dia marah-marah dan mengeluarkan goloknya yang besar dan seraya berkata, “bener-bener orang jakarta nggak bisa dipercaya, cuma sandal aja diambil!”

Tak lama kemudian satpam datang untuk mengamankan orang itu sambil menanyakan, “ada apa pak? kok sampai nenteng golok kayak gitu?” “nih, sandal saya hilang dicuri oleh orang jakarta! sebelum masuk lift sandal saya copot, eh setelah keluar dari lift kok sandal hilang! bener-bener orang jakarta nggak bisa dipercaya!” satpam(sambil mendorong orang itu masuk lift) berkata, “begini saja pak,,, bapak masuk lift lagi dan pencet tombol no 1.” di dalam lift, kemarahannya masih belum reda. dan ketika pintu lift terbuka di lantai 1, orang desa itu kaget melihat sandalnya ada di depan pintu lift. sembari memasukkan golok ke sarungnya dengan nyengir kuda ia berkata, “bener-bener orang jakarta nyalinya kecil, baru dikeluarin golok aja sandal udah dikembaliin!”

Obat Mujarab

Seorang penjual menawarkan obat. kemudian datang seorang ibu yang sepertinya ingin membeli obat.

Penjual : “Ayo bu, ini obat manjur buat penyakit apapun, penyakit apa saja. Ibu tak akan rugi kalo beli obat ini, sudah murah, mujarab lagi.”(dengan logat Batak).

Ibu : “Kalo sakit pilek gimana Bang?”
Penjual : “Ya tentu saja pileknya hilang.”
Ibu : “Sakit demam?”
Penjual : “Demamnya hilang lah.”
Ibu : “Sakit kepala?”
Penjual (kesal) : “Kepalanya hilang.”
Ibu : ???????????

Ya Gitu Dech

Karena asik memotret sunset dan mengeksplorasi wilayah yang baru pertama kali dia kunjungi, seorang travel photografer baru menyadari bahwa dia sudah tersesat dan ditinggal oleh rombongannya. Dan tanpa disangka-sangka, hujan badai turun!, Spontan fotografer itu bete abis… udah tersesat, gelap, ujan pula…

Tapi akhirnya timbul harapan… Di ujung jalan dia melihat lampu mobil perlahan-lahan mendekat. Tidak mau kehilangan kesempatan, dia melambaikan tangannya untuk meminta tumpangan.

Ketika mobil tersebut mendekat, tanpa mau membuang waktu, sang fotografer langsung naik ke mobil, duduk dan kaget!!! Karena dia baru menyadari bahwa mobil tersebut tidak ada yang mengemudikan.

Tapi daripada bete, fotografer tersebut tetap bertahan berada di dalam mobil, sambil berdoa (menurut agamanya masing-masing).

Dalam perjalanan di dalam mobil yang berjalan dengan pelan sekali, ketika mobil sepertinya akan menabrak pohon atau jatuh ke jurang, tiba-tiba muncul sebuah tangan dan mengendalikan setir agar mobil tidak menabrak atau jatuh. dan hal tersebut terus terjadi berulang kali.

Akhirnya, ketika mobil mendekati sebuah warung kopi, fotografer tersebut buru2 turun dan memesan secangkir kopi (gak mahal kayak yang di setiabudi building, kopi mahal, he6x). Sambil menangis terisak-isak, fotografer tersebut menceritakan kejadian seram yang baru saja dia alami.

Setelah selesai bercerita, fotografer tersebut akhirnya pingsan kelelahan dan juga karena menahan rasa takut.

Mendadak, dua orang berpakaian kotor dan basah kuyup masuk ke dalam warung kopi dan melihat sang fotografer yang sedang pingsan. Spontan salah satu dari mereka berkata, “Itu dia kampret yang numpang di mobil yang lagi kita dorong!”

Pelupa berat

Seperti biasanya, andi yang duduk di kelas 5 SD minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke sekolah. “pak, saya ke sekolah dulu ya?” kata andi. “iya, berangkat sana! jangan ada yang lupa! eh,,, celana kamu mana? kenapa nggak dipakai?” tanya bapaknya. “oh iya! pak, saya lupa pakai celana…” kata andi. “dasar pelupa!” kata bapaknya marah-marah.

Keesokan harinya andi mau berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin. “pak, saya mau ke sekolah dan hari ini sudah tidak ada lagi yang ketinggalan,” kata andi. “yakin? lalu buku gambarmu mana?” kata bapaknya mengingatkan. “oh iya! saya lupa pak!” kata andi. “kamu ini! masih kecil saja sudah pikun, bagaimana kalau gede nanti?” kata bapaknya sewot.

Keesokan harinya andi minta izin lagi pada bapaknya. “pak, hari ini saya mau berangkat ke sekolah dan semuanya sudah komplit, mulai seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris semuanya udah oke pak… tidak ada yang lupa lagi…” kata andi dengan nada yakin dan penuh percaya diri. Tiba-tiba “PLAKK!!!” Andi dipukul oleh bapaknya dari belakang. “dasar pelupa! ini hari minggu tahu!”
Musim Dingin

Waktu itu musim gugur, seorang suku indian pada daerah terpencil bertanya pada kepala suku mereka yang baru. “wala-wala chimo-ela suma totangka obuawachi?” yang artinya, “kepala suku, apakah musim dingin kali ini akan sangat dingin atau seperti biasanya?” karena kepala suku ini sudah modern, dia tidak pernah belajar meramal cuaca dengan cara2 kuno lagi. ketika melihat ke atas, ia tidak dapat mengatakan bagaimana nantinya keadaan cuaca. meskipun begitu, supaya aman, ia mengatakan bahwa musim dingin nantinya akan terasa dingin, sehingga ia menyuruh warganya untuk mengumpulkan kayu bakar untuk persiapan musim dingin.

Namun setelah beberapa hari, muncul idenya untuk menelepon Layanan Perkiraan Cuaca, dan menanyakan, “apa musim dingin kali ini akan sangat dingin atau tidak?” “kelihatannya musim dingin kali ini akan sangat dingin,” kata petugas di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut. kemudian kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan kayu lebih banyak lagi untuk persiapan.

Seminggu kemudian dia menelepon kembali Layanan Perkiraan Cuaca. “apa musim dingin kali ini akan sangat dingin?” “ya,” jawab orang di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut, “musim dingin kali ini akan sangaaat dingin!” kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan semua kayu dan ranting pohon yang mereka temukan.

Dua minggu kemudian dia menelepon kembali dan bertanya, “apa anda yakin bahwa musim dingin kali ini akan sangat dingin?” “pasti,” jawab orang di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut, “kelihatannya akan jadi musim dingin yang paling dingin yang pernah ada.” “kenapa anda begitu yakin?” tanya kepala suku. pria itu menjawab, “karena para suku indian sedang mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah yang gila-gilaan!”
Jam berapa bukanya

pada suatu tengah malam telepon di rumah petugas perpustakaan berdering.
“jam berapa perpustakaan buka?” seorang pria di ujung telepon bertanya.
“jam 9 pagi mas, lagian ngapain sih mas, telepon saya tengah malam begini?” tanya petugas perpustakaan yang sedang asyik tidur.
“tidak akan buka sebelum jam 9?” pria itu bertanya lagi dengan nada kecewa.
“TIDAK, tidak sebelum jam 9!” si petugas perpustakaan menjawab dengan nada nggak senang.
“lagi pula ngapain juga Mas mau masuk perpustakaan sebelum jam 9 pagi?”
“Siapa bilang saya mau masuk?” kata pria itu kesal,
“SAYA MAU KELUAR!”

Comments
  1. “Mengapa Tidak Membayar Perpuluhan”

    Tiga orang yang berbeda profesi sedang berdiskusi soal perpuluhan. Mereka masing-masing mengemukakan alasan mengapa mereka belum membayar perpuluhan.

    Akuntan: Saya belum membayar perpuluhan karena belum menerima surat tagihan dari Tuhan.

    Pengacara: Kalau saya belum membayar perpuluhan karena belum ada undang-undang yang mengaturnya.

    Bankir: Saya sih sudah lama mau membayar perpuluhan, tapi sampai sekarang saya belum tahu nomor rekening Tuhan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s