Foto-Foto Penampakan Bunda Maria


Penampakan Bunda Maria

Penampakan Maria di Assiut, Mesir pada Agustus 2000 – Januari 2001. Foto dibawah ini dalah foto yang ditampilkan di salah satu surat kabar Mesir. Terlihat cahaya yang terang benderang menyinari malam di Assiut. Luar biasa. Apabila anda ingin melihat rekaman penampakan Maria di Assiut, sangat jelas terlihat, download disini.

Michael Gross dari St Paul, Minnesota mengirim foto ini yang diambil pada tanggal 11 Juni 2004.

Pada tahun 2000, di sebuah gereja menunjukkan adanya sebuah sosok berkerudung putih. Tidak pernah ada jemaat yang mengenalnya atau pernah melihat sosok tersebut sebelumnya. Mereka percaya ini adalah kunjungan Maria ke gereja tersebut.

Februari 2004, sebuah citra Maria muncul di tempat peziarahan Yankalilla.

Citra Maria yang sedang menggendong Yesus terlihat pada sebuah lukisan cat di Indian Brook pada tahun 2002.

Gina Apodaca mengambil foto ini di Betania, Venezuela. Beberapa ratus orang telah mendapat penglihatan Maria sebelumnya. Gina mencoba untuk mengambil foto pegunungan yang ada disitu. dan foto inilah yang muncul.

Seorang biarawati mengambil foto awan-awan di Venezuela dan citra Maria muncul pada foto tersebut.

Citra Maria tampak pada sebuah bukit di Medjugorje

Tom bachor dari New York mengambil foto John M (yang sedang berlutut di foto tersebut) pada 25 November 1978 di Vatican Pavilion, New York. Inilah yang tampak di foto tersebut.

Seorang turis mengambil foto di sebuah gereja katolik. Dan inilah yang muncul di foto tersebut.

Foto diambil di bukit penampakan di Medjugorje, Yugoslavia. Perhatikan sesosok wanita berbaju putih di tengah kerumunan. Persis seperti Maria. Tidak pernah ada patung seperti itu di tempat itu.

Foto dibawah ini diambil di sebuah Misa gereja Orthodox (The Church of Holy Sepulcher di Yerusalem) pada 24 Oktober 1994. Tidak ada patung seperti citra yang tergambar di foto tersebut. Foto Maria ataukah foto malaikat ?

*Catatan :
Saya pribadi tidak beranggapan bahwa semua foto diatas adalah asli. Bisa saja ada yang direkayasa. Saya percaya Keimanan seseorang tidak boleh didasarkan pada foto-foto diatas.

About these ads

3 responses to this post.

  1. Posted by Anna Maria Annie S on 7 September 2009 at 9:38 am

    Keren abiez… jadi merinding liatnya, walaupun belum yakin bener atau tidaknya, tapi cukup mengetarkan hati dan iman.

    Reply

  2. Posted by yohanes on 28 September 2009 at 12:31 pm

    mas ignatius fotonya kecil amat ?? minta yang gede donk biar keliatan dan jelas… trims

    Reply

  3. Posted by Antoni on 19 October 2009 at 6:10 am

    Doa di Aula Strada, Pejaten, Jakarta Selatan dalam Seminar Sehari ‘Siapakah Puteri Itu? Seminar Mengenal Maria dan Doa-Doa PemberianNya. 9 Agustus 2009
    Pesan diterima di Jakarta pada tanggal 9 August 2009
    Pengantar Bu Agnes
    Romo Widi, Romo Sinaga, Bruder Cimes, Suster Marita dan semua kita yang dikasihi Tuhan Yesus dan Ibu Maria. Kita bersyukur hari ini kita mau membuka hati untuk masuk di dalam iman yang sempurna. Kita telah disatukan oleh Allah bersatu dengan Ibu Maria yang selalu setia menyertai kita siang dan malam di seluruh bumi ini dan mendoakan dan menghantarkan doa-doa kita kepada Allah.
    Hari ini saya berharap – kami berharap – Anda pulang sudah membawa bekal bertambah imannya supaya hidup ini lebih baik, lebih baik dari hari yang lalu. Apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita sebagai anak-anak-NYA.
    Dari awal kita sudah mendengarkan tentang keberadaan Ibu Maria, siapakah Ibu Maria itu.
    Saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan, saya mau sedikit “menyimpang’, ya. Di umat muslim mereka percaya Siti Mariam itu wanita yang tersuci pada zaman itu. Bayangkan! Pada zaman itu kan banyak wanita-wanita kan? Kenapa yang dikatakan orang-orang muslim itu adalah hanya Siti Mariam, wanita yang tersuci? Hebat kan?! Kenapa kita sebagai anak-anak Ibu Maria, apabila kita perlu baru kita berdoa minta pada Ibu Maria? Biasanya orang tua dengan anak itu tidak bisa dipisahkan. Orang tua selalu membimbing, melindungi dan anak selalu minta dilindungi dari (oleh) orang tuanya. Tapi kita di sini sangat melupakan. Bila perlu, baru kita menyapa kepada Ibu Maria. Ini yang membuat renungan kita pada hari ini.
    Jangan (karena ada) perlu, baru kita bicara kepada Ibu Maria. Ajaklah Ibu Maria, berdialoglah pada Ibu Maria dalam kesulitan apa.
    Maka Ibu Maria mengajarkan Doa Kerinduan itu untuk apa? Tadi mungkin sudah dijelaskan oleh Romo Widi.
    Untuk apa? Supaya kita boleh menyapa Ibu Maria. Bagaimana caranya kita menyapa Ibu Maria, kalau tidak Ibu Maria mengajarkan sapaan itu untuk Dia?. Ini yang perlu kita renungkan.
    Kita lupa, para Romo juga lupa. Surga-lah yang mendahului, baru kita melakukannya. Maka Ibu Maria mengajarkan di sini Doa Kerinduan: Rindu akan Allah, rindu akan berbuat baik, rindu akan kasih, rindu akan cinta, rindu akan saling mengasihi antara satu dengan yang lain. Jadi rindu.
    Jadi kata ‘rindu’ berbeda. (Contohnya) Kita kalau doa Salam Maria ujud kita hanya minta dan meminta dunia supaya Ibu Maria menolong kita mengabulkan semua permohonan kita diminta pada Allah, itu salah. Jangan minta melulu. Terus kita berbuat apa dalam hidup saya dan Anda? Ini perlu permenungan!
    Mentang-mentang Surga itu bisa berbuat apa saja, terus kita datang minta saja. Terus saya dan Anda berbuat apa? Ini yang mau diajarkan oleh Ibu Maria, diantar oleh Ibu Maria supaya kita masuk kedalaman menjadi anak-anak Tuhan yang dikasihi.
    Tuhan itu dekat. Percaya Anda? Tuhan dekat, Tuhan ada dan Tuhan mau bersama kita dalam suka dan duka. DIA-lah sahabat yang setia, walaupun kita tidak setia, Allah tetap setia dalam segala kelemahan kita masing-masing. Karena Allah itu Maha dan Maha! DIA bisa melakukan apa saja kalau itu kita mau membuka hati. Pasti, perjalanan ini akan seiring apa yang dikehendaki Allah dalam hidup kita masing-masing.
    Saudara-saudaraku, kita mulai bangkit sekarang ini. Jangan Anda terlena, tidur terlena, mau melakukan, mau berbuat sesuai dengan aku. Tidak bisa! Karena diri saya dan Anda adalah milik Allah. Kita adalah ciptaan-NYA, kita adalah milik-NYA. Kenapa dikatakan milik-NYA? Karena kita adalah anak-anak-NYA yang dikasihi. Sungguh! Saya bersaksi tentang hal ini. Karena Tuhan Yesus telah mengatakan: “Agnes sampaikanlah kepada anak-anak-KU”, ini kata Tuhan, ”AKU ingin dekat kepada mereka, tapi di manakah mereka sekarang ini Agnes? Hati mereka tertutup karena mereka sibuk dengan Dunia-nya”. “Tuhan, ENGKAU Maha Rahim”, saya katakan, “ENGKAU Maha Kuasa. Tolonglah anak-MU. Tanpa ENGKAU anak-MU tidak bisa bangkit karena Dunia ini begitu kejam”, membuat manusia-manusia terpuruk-puruk dalam dosa melalui sikap dan tingkah laku kita masing-masing.
    Saudara-saudaraku, hari ini, Surga ingin kita kembali; khususnya Ibu Maria: “Agnes bawalah anak-anakKu, kembalikan dia kepada Allahmu”. “Ibu siapakah aku ini?”. “Jangan kuatir Agnes, Allah akan menyertaimu, Allah yang bekerja”.
    Jadi saya semangat! Bukan aku yang bekerja, Allah yang bekerja untuk anak-anak-NYA melalui kuasa-NYA. Melalui kuasa-NYA untuk melayani anak-anak-NYA di seluruh bumi ini. Apalagi kita akan menghadapi Pemurnian. Jelas nih!
    Di internet itu heboh. Mereka mewartakan tentang hari kiamat. Itu kebodohan. Suatu kebodohan. Hari kiamat kita tidak akan mengalami saudara-saudaraku, tapi Pemurnian kita akan mengalami bersama. Tapi itu terserah Allah, mungkin nanti aku pulang (meninggal dunia) aku bisa pulang lebih cepat dari kalian, mungkin aku tidak mengalami Pemurnian ya! Tapi hari demi hari, waktu demi waktu kita isi dengan positif ya, dengan positif.
    Apa sih yang dikehendaki Allah dalam hidup saya dan Anda? Saling melayani. Ini yang penting. Anak-anak Tuhan masuklah untuk melayani antara satu dengan yang lain. Jangan pekakkan telinga kita, tutup mata, tutup hati melihat penderitaan saudara-saudara kita di manapun mereka berada.
    Hai saudara-saudaraku, sekecil apapun berkat yang kamu terima, itu akan dipertanggungjawabkan di saat kita akan pulang menghadap Allah. Sebesar apapun, itu lebih berat. Kita mempertanggungjawabkan itu berkat yang begitu besar di hadapan Allah.
    Hidup kita mungkin bukan seratus tahun, dua ratus tahun. Yang kecil, yang muda, yang setengah baya, yang jompo dia akan pulang menghadap Allah.
    Hai saudara-saudaraku, saya mau bersaksi. Kemarin; kita masih ingat seorang seniman yang baru saja meninggal? (WS Rendra. Yang pindah dari Katholik ke Islam, dari iman pada Yesus , meninggalkan Yesus, red) Iya! Saya akan bersaksi supaya kalian itu benar-benar (sungguh-sungguh) yah!
    Dia datang menjerit dan menangis, meminta tolong, “Doakan saya Ibu. Saya sudah tersesat, saya salah mengartikan tentang Tuhan”.
    “Lho! Kenapa baru sekarang kamu baru menyesal? Nggak ada artinya”, saya katakan demikian.
    “Tapi tolonglah Ibu mintakanlah aku kepada Allah supaya aku diampuni, sekarang saya tidak kuat Ibu!! Saya panas sekali tempat ini, Ibu!!”.
    “Kamu sudah baca Kitab Suci, kamu masih ingat, apa yang dikatakan Firman Allah, siapa yang menghujat Roh dia tidak akan diampuni. Itulah kamu”, saya katakan.
    Menangislah dia. Sekarang saudara kita dalam penderitaan. Baptisannya siapa? Willibrodus. Tuh! Supaya Anda mengerti hari ini, di luar Yesus tidak ada Keselamatan.
    Jaga anakmu baik-baik yang punya anak remaja. Jaga anakmu baik-baik. Jangan sampai dia lari karena cinta, akhirnya meninggalkan Tuhan Yesus Allah yang Maha Kuasa. Ini menderita, menangis, menjerit dan “panas”.
    Anda pikir, Neraka itu sudah tidak terbuka? Terbuka bagi mereka, tapi bagi kita tidak terbuka. Tapi bagi kita yang menghujat Roh, neraka terbuka bagi mereka yang meninggalkan Tuhan.
    Maaf saya keras bicara. Ini penegasan setelah saya berdialog dengan itu anak, dia menangis. Rohnya yang menangis, “Bagaimana saat ini Ibu, apakah aku selamanya?”.
    “Ah! Itu terserah Allah. Mau selamanya, itu bukan bagian saya”, saya bilang gitu.
    “Ibu tolong saya, doakan saya, selamatkan saya dari tempat ini Ibu”.
    Sedih deh. Sebenarnya saya menangis. Waktu saya menangis, saya nggak kuat, saya berdoa, “Tuhan Yesus tolonglah, tutuplah ini. Saya tidak mau bertemu lagi dengan anak ini”, saya bilang, “saya tidak bisa berbuat apa-apa, terserah Tuhan, Tuhan mau berbuat apa terhadap anak ini Tuhan”. Apa kata Tuhan Yesus?
    “Agnes AKU berkata kepadamu, INILAH TANDA, SIAPA YANG MENINGGALKAN AKU, MENGIKUTI DUNIA, DIA AKAN CELAKA BERSAMA DUNIA DAN MENDAPATKAN KEBINASAAN DALAM KEHIDUPANNYA. Sampaikanlah itu kepada anak-anak-KU”.
    Nah! Sekarang saya sampaikan kepada Anda semua di sini.
    Adakah anak-anak kalian yang menyimpang dari Iman yang sebenarnya hai Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang punya anak remaja yang sudah menikah? Ada di sini? Ada di sini nggak? Ada nggak?
    Adaaa, jawab yang hadir.
    Ada! Jangan berbohong. Nanti saya datangi satu-satu. Ada di sini!
    Saya mohon bawalah anakmu kembali. Jangan sampai anakmu menderita di saat-saat terakhir karena setiap orang pulang, dia pulang sendiri. Tidak ada yang menolongnya. Ibu Maria saja tidak bisa menolong anak ini.. Nggak bisa Ibu Maria. Nggak bisa!
    Tolonglah yang punya anak, bawa anakmu kembali. Inilah saat-saatnya Pemurnian akan datang. Ya kalau sampai Pemurnian. Kalau dia pulang (meninggal dunia) apa kita tidak sedih melihat anak kita menderita di sana dan menangis?
    Tolong! Tegas! Tegas katakan kepada anak-anak kita. Ada dua cara. Saya kasih jalan. Kalau anak kita meninggalkan Yesus, dia masuk Islam – saya memang agak keras kepada Islam ya! – masuk Islam, katakan kepada anak kita yang mana – laki atau perempuan – selesaikan perkawinanmu, bawa pasanganmu dan pergilah diberkati oleh Romo-mu di gereja. Walaupun ini pasangan ini tidak akan menjadikan seiman, itu terserah. Kalau Kuasa Allah bisa membawa dia, itu syukur. Kalau nggak, masing-masing. Terselamatkanlah anak kita. Dia bisa dekat dengan Yesus, dia bisa menyambut Tuhan dalam Ekaristi, dia bisa apa saja dan dia bisa menerima sakramen-sakramen itu dalam hidup dia.
    Saya minta tolong kepada Anda yang punya anak. Kalau nggak mau, pisahkan! Betul! Ini saya galak! Ketimbang dia mati menderita, lebih baik pisahkan dari dunia yang fana ini. Inilah saksinya, “Katakan Agnes kepada anak-anak-KU, JANGAN SEKALI-KALI MENINGGALKAN AKU, MENGIKUTI DUNIA. CELAKALAH DIA BERSAMA DUNIA”.
    Hei, jangan main-main ya! Jangan main-main!
    Tolong yang punya anak segera diurus dan bawa dalam doa dan sadarkan itu dan boleh mereka berpisah imannya masing-masing, yang penting ini sudah terberkati di dalam sakramen di dalam gereja Katolik. Itu saja jalan keluarnya. Tidak ada lagi. Mungkin si satunya ini tidak mau masuk (gereja). Sudah! Tapi ayo, aku (di)antar supaya aku terberkati di gereja. Karena aku mati sendiri, kamu nggak bisa menyelamatkan aku.
    Hai orangtua jaga anakmu baik-baik. Itu pertanggungjawabanmu kepada Allah. Ya?!
    Apa kata Ibu Maria? “SEGALA SESUATU YANG DIBUAT ANAKMU, ENGKAU JUGA AKAN MENANGGUNG DOSA-DOSA YANG TELAH DIBUAT ANAKMU”. Kan celaka kita. Kita berdoa, kita berbuat baik. Tahu-tahu anak kita celaka, kita juga ikut celaka. Ini contohnya ada di…… itu Bu Pujadi di mana itu .. Pak David. Di mana itu?
    Di Perumnas Klender di gereja Santo Yohakim. Anaknya itu pergi semua masuk Islam. Saya sudah bilang, “Pak David tolong anakmu selamatkanlah! Nanti kamu pulang kamu tanggungjawab atas anakmu”. Akhirnya ibunya pulang duluan. (roh) Ibunya menangisi anak-anaknya. Ibunya menderita karena anaknya. Akhirnya Pak David juga pulang, menangis juga, menangisi anak-anaknya.
    Saya bilang sama orang Kelompok mana ini? Eeh… Ibu Pujadi mana sih? Santa Anna ya? Saya suruh Ibu Pujadi yang dari Santa Anna, suruh mengumpulkan anak-anaknya. Panggil. Tapi sudahkah sebagian mereka selesai perkawinannya? (Dijawab Bu Pujadi, sudah) Sudah? Ooh tinggal berapa orang lagi? Tolong dong! Ibu Pujadi bagaimana ceritanya itu?
    (Penjelasan Ibu Pujadi: empat dari anaknya. Tiga masuk muslim. Pada saat Bapak Ibu David meninggal, rohnya dihadirkan Allah kepada Ibu Agnes dan nangis, merintih. Lalu kata Ibu Agnes, bawa anak-anaknya ke sini. Lalu saya bawa. Yang berhasil saya bawa dua keluarga, akhirnya sakramen perkawinan. Yang satu sekarang sudah mau ke gereja.)
    Terima kasih Ibu Pujadi.
    Itulah perjuangan kita di dalam Kelompok Pelayanan Kasih Dari Ibu Yang Bahagia. Ibu Maria ingin anak-anak-NYA terselamatkan. Kita semua yang bersatu bersama Ibu Maria, kita diajak bekerja sama untuk menyelamatkan putra-putri-NYA supaya dikembalikan ke jalan yang benar.
    Menangis, menangis! Nanti Anda juga kalau tidak cepat-cepat, Anda nanti meninggal – mungkin nanti pulang meninggal – hai menangislah kalian. Menangis! Menangis! Pedih! Pedih!
    Itu resikonya punya anak. Punya anak itu bukan kecil saja diurus. Dewasa sampai dia mati juga bagian dari kehidupan kita karena cinta orang tua dibawa mati. Bukan sebatas itu: kalau sudah besar itu hak dia, hak bebaas, hak azasi. Nggak bisa. Sampai mati kita bersama anak-anak kita.
    Saya berharap yang punya anak yang pergi, cepat bawa anakmu kembali. Dan berdoa. Yang punya anak remaja yang belum terjadi, jaga anakmu baik-baik. Jangan ada satu pun yang pergi ya! Ini, ini permintaan Ibu Maria. Dan Tuhan Yesus tadi itu jelas katakan: “Sampaikan kepada anak-anak-KU Agnes!”. Tegas tuh ngomong-NYA. Aduh. Siapakah aku ini?
    Kalaulah para Imam di seluruh Indonesia ini mau bekerja sama, ah selamatlah cepat itu. Tapi para Imam banyak menolak, banyak menolak tentang Kebenaran ini. Memang Kebenaran itu harus diuji, harus dinyatakan, harus ada buahnya. Ya?! Tidak gampang. Tapi penilaian itu bukan hanya penilaian pakai pikiran, tapi dengan Iman kita akan mendapatkan pengertian-pengertian tentang Kebenaran ini.
    Ini saatnya kita lihat gonjang-ganjing di tanah air kita ini. Itu akan berlanjut, tidak akan berhenti dan bertambah parah. Tapi kita anak-anak Ibu Maria, maka kita diajari Doa Kerinduan, Doa Pasrah. “Tambahkan doaKu ini dengan doa yang sudah ada dalam kehidupanmu”. Indah kata Ibu Maria. Bukan: “Hei … doamu itu tidak benar! Pakai doaKu saja!”, itu bukan Ibu Maria. Itu setan yang ngomong. Tapi Ibu Maria mengatakan, “tambahkanlah doaKu ini dengan doamu yang sudah ada”. Indah sekali. Indah sekali.
    Jadi Ibu Maria mau menyelamatkan kita saat-saat terakhir ini. Jangan dikira Pemurnian tidak ada. Ada! Akan terjadi. Maupun pemurnian pribadi-pribadi kita akan dimurnikan oleh Allah.
    Saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria, sekarang kita kembali, Surga terbuka. Pintu surga terbuka dengan kita melayani. Pintu surga tidak terbuka dengan doamu saja. Tidak cukup!
    Berdoa, bekerja dan melayani. Tiga unsur ini yang harus kita lakukan. Kita berjuang supaya kita tiga ini bisa kita lakukan sekecil apapun. Nggak usah besar-besaranlah. Karena kita punya talenta masing-masing, punya keterbatasan masing-masing tapi kita harus percaya kuasa Allah akan bekerja di manapun kita pergi untuk melayani.
    Berdoa, bekerja, melayani. Tidak cukup berdoa dan bekerja. Tidak cukup. Nol. Kita nggak akan mendapatkan buah dari surga.
    Buah Kebenaran itu adalah dari sesama kita, saudara-saudara kita. Jadi buah yang indah itu adalah dari sesama kita.
    Anda mau nggak aku ngobrol? Mau ya?Masih setia nggak aku ngobrol? Mau ya?
    Biar kuasa Allah mencerahkan pikiran kita semua saat ini, kehidupan saya dan Anda. Karena Kebenaran itu yang disampaikan adalah Allah sendiri. Dunia tidak punya Kebenaran, kebaikan ada.
    Iblis bisa berbuat baik, melalui dukun, paranormal, orang yang nggak mengenal Allah mereka berbuat baik, tapi kebaikan manakah yang mereka lakukan dalam hidup mereka? Ini yang mau saya sampaikan. Apa yang dikehendaki surga itu adalah “setialah anak-KU, setia!”.
    Jangan kita tidak setia dalam segala hal. Tidak ada manusia yang sempurna. Mana ada manusia yang sempurna. Pasti pernah berbuat dosa. Yang sempurna adalah Allah.
    Sedangkan Ibu Maria disempurnakan oleh Allah, dikuduskan oleh Allah. Jadi Allah Kudus dengan sendiri-NYA, sempurna dengan sendiri-NYA, tidak ada yang memberikan. Supaya kita tahu bahwa kita mempunyai Allah yang benar. Allah yang benar! Yang bertahta di Surga. Yang nyata.
    Saudara-saudaraku, sekali lagi aku mau lihat. Yang belum pernah bersama saya tolong tunjuk tangan sedikit (sebentar). Semua sudah. Sedikit ya? Yang sedikit ini, nanti yang lama sudah bertambah, sudah bertambah kuat.
    Ada yang bertanya pada saya: Imanmu yang menyembuhkan maksudnya apa ya, Ibu Agnes?
    Iman yang menyembuhkan adalah suatu perjuangan hidup anak Tuhan dalam suka dan duka. Tetap dalam kesetiaan menuju kepada Bapa, bukan menurut kehendakku dan kehendak Anda yang kita lakukan di manapun kita berada di bumi ini.
    “Bagaimana Ibu?”. Bagaimana mungkin imanmu sempurna. Kamu sudah terkikis oleh sikap dan tingkah lakumu dan kamu telah menabur benih di tanah-tanah yang berbatu-batu. Inilah yang dikatakan “belum”. Imanmu belum sempurna karena terkikis oleh perbuatan–perbuatan kita melalui sikap dan tingkah laku kita. Ini terkikis Iman saya dan Anda.
    Karena Rasul Yohanes mengatakan, iblis itu akan mencobai manusia, melalui sikap dan tingkah lakunya. Rasul Yohanes mengatakan demikian. Maka iman yang… kan sudah dikatakan Tuhan, mana benih-benih yang jatuh di tanah yang subur, berbatuan, yang berduri-duri, itu punya arti semua dalam perjalanan iman kita dalam Dunia ini.
    Memang kita tidak sempurna, tapi kita mau setia. Tidak ada yang sempurna manusia, tapi kita ingin apa yang diinginkan Allah. Kita berjuang menjadi anak yang baik, yang berarti, yang membahagiakan orang lain. Baru Surga terbuka buat kita semuanya. Melayani.
    Dan Anda nggak boleh pelit dengan berkat-berkat yang ada, yang telah kalian terima dari Allah. Jangan Anda nikmati sendiri. “Rasain lu. Ini kan gue capek dengan jerih payah saya, enak aja gue mau ngasih kamu!”. Nggak bisa begitu. Anak Ibu Maria itu ada yang begini, ada yang miskin, ada yang si kaya, ada yang macam-macam dalam perjalanan ini, semua anak Ibu Maria. Maka, “Mari hai anak-anakKu kita kerja sama untuk melayani anak-anakKu karena kamu masih berpijak di bumi ini. Aku mengajak kamu untuk berbuat baik supaya kamu sampai kepada tujuanmu adalah Allahmu di Surga”.
    Maka Doa Kerinduan itu muncul dikarenakan Dia adalah Ibu rohani kita dan kita adalah anak rohani Ibu Maria yang diberikan oleh Tuhan Yesus sepenuhnya antara kita bersama Ibu Maria.
    Di situlah maka kita menyebut Beliau adalah Ibu. Setelah tugas Ibu Maria selesai – datang ke bumi dan mendapatkan tugas untuk mengandung oleh Roh Kudus Allah bersemayam dalam rahim-Nya – habis itu selesai, apa yang dikehendaki Allah, baru diberikan Ibu Maria kepada manusia yang percaya.
    Mengapa waktu Tuhan Yesus, waktu memberikan Kebenaran itu dan menyampaikan Kabar Sukacita itu, Ibu Maria tidak diperkenalkan kepada manusia? Belum waktunya.
    Ada saat-saat waktunya Tuhan menyerahkan Ibu Maria kepada kita menjadi ibu kita Kekal dan Abadi. Supaya kita mengerti. Berbahagialah kita mengimani dalam gereja Katolik ini.
    Saudara-saudaraku supaya sempurnalah kita hidup bahagia di bumi dan bahagia kembali ke Surga.
    Yang di sini yang sekian lama yang tadi yang tidak tunjuk tangan. Apakah Anda-Anda sudah berkelompok-kelompok dan berdoa? Belum ya? Belum atau sudah?
    Sudah, jawab umat.
    Amin! Amin. Teruskanlah saudara-saudaraku. Kata Ibu Maria, “berkelompok-kelompoklah kamu” karena apabila Pemurnian itu datang, kita tidak sendiri. Kita akan bergabung berkelompok, memulai pekerjaan baru untuk melayani saudara-saudara kita yang mungkin kebingungan, tidak mengerti. Tapi dia baik.
    Ini saudara-saudaraku semua yang dikasihi Tuhan dan Ibu Maria. Saya menyampaikan ini untuk menambahkan saja pada hari ini. Saya berharap setia sampai dengan selesai. Kalau nggak pulang aja. Tidak berdosa kok. Ketimbang nanti saat-saat kuasa Allah hadir Anda pulang atau Anda berbicara. Seharusnya Anda berdoa dalam hati masing-masing supaya bisa merasakan tanda kasih Tuhan, kuasa Tuhan hadir di tengah–tengah kehidupan kita sehari-hari dan tempat ini.
    Sebenarnya Tuhan itu hadir kok setiap saat. Seirama detak jantung: AKU hadir dalam kehidupanmu. Detak jantung tuh tik… tik tik tik, di situlah Tuhan hadir. Tapi bagaimana kita bisa merasakan kalau kita tidak siap?
    Kata Tuhan, bukan AKU mengajar ‘sucilah kamu, supaya kamu bisa ketemu dengan AKU’. Tidak! “Setialah anak-KU!”. Dalam kesetiaan itu kita bijaksana menghadapi masalah-masalah hidup, karena hidup ini adalah milik Allah.
    Ingat hidup kita adalah milik Allah. Maka Kuasa Allah menyertai kita, karena kita percaya dan kita disertai. Tanpa Tuhan kita tidak akan kuat menghadapi dunia yang fana ini. Lihat mereka porak-poranda. Lihat! Bagaimana mereka itu semuanya ya?! Jadi saya mau bicara, tadi saya katakan, yang bisa kita renungkan, waspadai, bijaksana menghadapi keadaan ini adalah Muslim, Protestan, menghujat roh, mendua hati, anak nakal. Ada lima. Ini direnungkan: Muslim, Protestan, menghujat roh, mendua hati, anak nakal. Renungkan!
    Berbahagialah kita masuk dalam perjalanan ini supaya kita bisa merasakan kenyataan Allah yang telah dijanjikan oleh Allah kepada saya dan Anda.
    Baik. Kalau begitu saya mohon bantuan Anda untuk kelanjutannya ada kolekte ke-dua untuk melanjutkan pelayanan kita pertemuan kita karena tempat-tempat gedung ini tidak gratis ya. Benar saudara-saudaraku? Gratis atau nggak?
    Tidak…
    Tidak. Maka mari kita bergotong-royong supaya pertemuan kita itu langgeng, supaya teman-teman kita dapat mengurus tempat yang akan kita adakan bersama, mungkin bulan depan, Sabtu depan atau dengan segala macam kegiatan bisa terbantu. Semua untuk dilakukan dalam pelayanan. Jadi saya berharap Anda membuka hati, membuka tangan untuk bekerja sama dalam hal sarana berkat, untuk kebutuhan kita bersama untuk memuliakan Allah.
    Semua sarana itu bisa menghancurkan kita. Berkat itu bisa menghancurkan kita sekaligus, tetapi kalau kita bijaksana bisa mengantar kita dalam kebahagiaan untuk bertemu dengan Allah Bapa kita di Surga.
    Baik sampai di sini saja. Saya akhiri saja. Saya akan berdoa supaya Anda nanti boleh mengalami sukacita, boleh mengalami kebersamaan, mulai bangkit, berbuat sesuatu yang indah maupun dalam keluarga, dalam saudara, di manapun kita berada. Mari kita pujian.

    PESAN TUHAN YESUS (Sabda Pengetahuan)
    Anak-anak-KU yang AKU kasihi, apa engkau mengerti bahwa AKU sudah datang di antara kamu? Inilah AKU datang melalui kuasa-KU. Dunia, dunia tidak bisa ikut campur tangan di dalam kuasa-KU. Dunia tetap dunia. AKU tetap AKU.
    Hai anak-anak-KU semua yang ada di sini, engkau telah mendengarkan Kebenaran tentang AKU, yang telah disampaikan kepada kamu saat ini. Renungkanlah baik-baik dan AKU akan melihat kamu semua dari surga,apa yang akan kamu lakukan untuk-KU?
    AKU ingin kamu saling mengasihi, saling mencintai, saling melayani antara satu dengan yang lain. Maka itulah bedanya AKU dan dunia. Hanya AKU yang bisa mengatakan itu. Karena AKU adalah kasih. Karena AKU kasih, kamu juga kasih. AKU melayani kamu sampai saat ini, kamu juga melayani.
    Hai anak-anak-KU dengarkanlah AKU dengan baik. AKU sudah datang di antara kamu dan menyapa kamu dan menguatkan kamu dalam kehidupanmu. AKU ingin ada perubahan dalam kehidupanmu. Ini yang AKU katakan kepada kamu semua yang ada di sini. Karena AKU tetaplah AKU. Dunia, dunia tidak bisa melakukan apapun. Tidak bisa.
    Mengertilah kamu. Maka jaga dirimu dengan baik. Jangan sekali-kali kamu bermain-main dengan dunia, nanti kau tidak akan kuat.
    Datanglah kepada-KU dan berdoalah sebut nama-KU, di manapun kamu berada di situ kuasa-KU hadir di tengah-tengah kamu.
    Hai anak-anak-KU renungkan semua apa yang AKU katakan kepada kamu semua yang ada di sini. AKU menunggumu di surga dan melihatmu di surga apa yang kau lakukan untuk-KU.
    Baiklah anak-anak-KU sampai bertemu kembali. AKU menunggumu di surga.
    PESAN IBU MARIA
    Anak-anak-Ku semua yang Aku kasihi, selamat malam.
    Selamat malam Ibu, jawab umat.
    Terima kasih atas kesetiaanmu dari pagi hari ini sampai dengan malam ini. Aku senang, Aku senang melihat kamu semuanya bersama Agnes dan juga dengan imam-imammu yang ada bersamamu saat ini.
    SalamKu untukmu Isak Doera. Terima kasih kesetiaanmu bersama anak-anakKu di tempat ini. SalamKu juga untukmu Alexius. Terima kasihku kesetiaanmu bersama anak-anakKu pada hari ini.
    Dan juga mungkin seorang Imam yang sudah datang bersama kamu semua yang sudah ada di sini. Juga Aku mengucapkan terima kasih. (Pastor Tim Sinaga OFMCap dari Keuskupan Agung Pontianak). Dan juga putriKu (Sr.Marita CB) terima kasihKu untukmu bersama Agnes saat ini. Dan juga kamu yang datang dari jauh, terima kasihKu untukmu.
    Anak-anakKu semua yang ada di sini. Aku Ibumu bersamamu sejak awal di mana Imammu menyampaikan tentang Aku Ibumu: itu benar.
    Aku Ibumu sudah dinubuatkan sejak dahulu, sejak para Nabi-nabi. Aku Ibumu sudah tercatat di dalam Kitab Sucimu. Semuanya ada. Rencana Allah semuanya ada dinyatakan di dalam Kitab Sucimu sejak awal dan sekarang.
    Anak-anakKu, mengapakah itu disembunyikan? Sudah sekian lama para Imam diam dan diam. Seharusnya para Imam menyampaikan itu semuanya kepada anak-anakKu di seluruh bumi.
    Aku Ibumu di surga sangat mengharapkan dari kamu bersama Agnes untuk mau menerima Kebenaran ini dan menyampaikannya untuk para imam dan juga untuk anak-anakKu. Sungguh ini sangat penting. Maka terjadilah iman-iman dari Imam-imam itu sendiri tidak sempurna. Iman berjalan bersama dengan dunia. Kalau tidak kuat, imannya akan luntur. Akhirnya tidak terciptalah apa yang dikatakan Tuhan: “imanmu yang menyembuhkan”, karena iman itu sendiri sudah tercecer di tengah jalan, di pinggir jalan, di mana dia berjalan bersama dunia.
    Aku Ibumu mau menyampaikan ini kepadamu,supaya isi Kitab Suci itu dapat kamu terima semuanya, bukan dipotong-potong, akhirnya kamu tidak menemukan iman yang sempurna.
    Ini sudah terjadi. Banyak para Imam-imam yang menyesatkan anak-anakKu. Tidak seharusnya para Imam mengatakan tentang dunia. Seharusnya para-para Imam itu sendiri berbicara tentang Allah dan Kebenaran-NYA yang sempurna.

    Anak-anakKu, Akulah Ibumu yang sudah dinubuatkan para Nabi. NamaKu adalah MARIA.
    MARIA ARTINYA ADALAH BAHAGIA. BahagiaKu di surga dan bumi dan kembali ke surga dalam kebahagiaan. Itulah Maria. Bahagia.
    Supaya kamu mengerti: saat ini juga Aku Ibumu berbicara melalui Agnes. Bukan Agnes yang berbicara kepada kamu. Kamu jangan berpikir, karena kuasa Allah tidak bisa dipikir melalui pikiranmu; karena Allah Maha Kuasa.
    Anak-anakKu, inilah saat-saat terakhir Aku Ibumu banyak datang di seluruh bumi untuk menyampaikan pesan-pesan penting, supaya anak-anakKu siap menghadapi Pemurnian yang akan turun ke bumi ini.
    Anak-anakKu semuanya, Aku Ibumu Kekal dan Abadi yang diberikan Allah kepadamu. Aku Ibumu tetap hidup dan hidup.
    Kematian tidak bisa mengambil bagian dari hidupKu, karena Aku disediakan untuk kamu semuanya, masuk dalam rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Itulah rencana Allah.
    Maka Aku Ibumu adalah Roh yang sudah ada bersama Allah. Ini sudah ada dalam Kitab Sucimu.
    Apa yang disampaikan Imam-imammu itu benar. Tapi Aku berharap iman-imammu yang menyampaikan itu juga harus sejalan dengan apa yang disampaikan kepadamu dan hidup dan hidup dalam kehidupannya, supaya apa yang disampaikan itu semua sempurna.
    Anak-anakKu semua yang ada di sini, berbahagialah kamu membuka hati dan datang untuk mendengarkan Kebenaran-Kebenaran tentang Allah yang sudah hadir di antara kamu.
    Anak-anakKu, itu bukan cerita, itu bukan sejarah.Tapi itu perjalanan iman yang diberikan Allah sejak awal sampai akhir. Untuk manusia yang mau menerima, dia diselamatkan dari dunia ini. Sampai di sini apakah kamu sudah mengerti?
    Mengerti Ibu, jawab umat.
    Baik. Kalau kamu sudah mengerti berarti imanmu tumbuh dengan baik karena ada tambahan rohani pada hari ini masuk dalam kehidupanmu.
    Agnes tidak tahu apa-apa. Dia tidak mengerti tapi dia dipanggil dari dunia yang fana itu, yang mengerikan itu untuk menjadi saksi tentang Allah dan tentang dunia ini.
    Lihat anakKu, apa yang mereka perbuat? Adalah kejahatan membuat orang menderita. Apakah itu Allah yang mengajarkan? Tidak!
    Allah adalah kasih dan cinta yang sempurna. Tapi penguasa kegelapan yang datang dari dunia mengajarkan kesesatan, mengajarkan kejahatan, kekejaman kepada mereka – yang mereka imani.
    Tapi pada waktunya gandum dan ilalang akan dipisahkan oleh Allah. Nantilah kamu mengerti Firman Allah tertuju kepada janji Pemurnian tentang gandum dan ilalang.
    Selama ini, itu hidup bersamamu, dan kamu terjepit, tertusuk, pedih dan menderita. Tetapi siapa yang dekat dengan Allah, dia tidak akan tergoyahkan walaupun gandum dan ilalang itu tumbuh bersama. Itu maksudnya. Itu akan terjadi.
    Selesailah semuanya ilalang-ilalang itu akan dimusnahkan dari bumi ini dan dibakar habis tidak berbekas. Dan akhirnya mereka menderita dalam rohnya, menjerit selama-lamanya.
    Anak-anakKu ini dinyatakan. Allah yang Maha Kuasa menyertai kamu sekalian. Baiklah! Aku Ibumu meminta kepada kamu bersama Agnes, Alexius, Isak Doera, sempurnalah pelayananmu menjelang akhir-akhir ini. Jagalah imanmu dengan baik dengan berdoa, bekerja dan melayani, mengasihi dan mencintai. Maka terjadilah imanmu yang menyembuhkan yang menyelesaikan semua permasalahan hidupmu. Itu maksudnya arti imanmu yang menyembuhkan.
    Jaga dirimu baik-baik. Aku Ibumu berkata benar. Aku ingin kamu semua bahagia, karena Aku dinamakan MARIA ADALAH BAHAGIA. Kamu juga harus bahagia. Tidak takut, tidak kuatir, tidak sedih; karena kamu punya Allah di Surga yang selalu menyertai kamu semuanya dalam hidupmu.
    Anak-anakKu semua yang ada di sini, supaya kamu jelas tentang Aku Ibumu: AKU MARIA ADALAH ROH. ROH YANG BAHAGIA BERSAMA ALLAH DI SURGA.
    Dan kamu di sini juga ada yang bernama Maria? Siapapun bernama Maria dia harus bahagia, sukacita, melayani, mengasihi, mencintai. Hidupnya dinyatakan dalam imannya yang sempurna supaya ia bahagia. Itulah Maria.
    Anak-anakKu, terima kasih Alexius dan Isak Doera. Kamu memberikan penjelasan tentang Aku kepada anak-anakKu, Aku berdoa supaya mereka yang mendengarkan itu sungguh-sungguh mendengarkan dan merenungkan dan menerima Aku menjadi Ibunya sepenuhnya dalam kehidupannya.
    Hanya satu Ibu di surga. Akulah Ibumu, Maria. Siapapun nanti sudah pulang, dia hanya sendiri dalam roh bersatu dengan Allah. Bukan lagi saling mengenal seperti kamu saling mengenal di dunia ini. Tapi kamu mengenal dalam roh oleh Roh Allah yang menguasai kamu semuanya dalam kebahagiaan di surga.
    Terima kasih. Dan jangan kamu kuatir dan takut. Apa yang kamu terima malam ini sampaikanlah itu kepada saudara-saudaramu, keluargamu, juga Imam-Imammu; dan doakan mereka karena mereka sudah banyak salah mengartikan iman yang sebenarnya. Karena Allah tidak menciptakan agama turun ke bumi ini. Allah menjadi manusia, bersatu dengan Aku Ibumu Maria untuk menyampaikan Kabar Sukacita dan menyelamatkan manusia, supaya manusia terselamatkan dari dunia ini.
    Percaya! Di luar itu – ada Kitab Suci yang kamu imani, Kitab Suci (istilah kamu) Perjanjian Lama, Kitab Suci (istilah kamu) Perjanjian Baru. Dua! – di luar itu tidak ada Kitab Suci, tidak ada Keselamatan, tidak ada Kebenaran, tidak ada Allah di kelompok-kelompok itu. Allah ada bersamamu.
    Jangan! Jangan kamu kira Hukum Taurat itu tidak menyelamatkan mereka (bangsa Israel). Justru Allah bernubuat dari Kitab-kitab yang lama itu untuk kehadiran-NYA ke bumi ini: Allah menjadi manusia. Hidup di antara manusia dan menebus manusia dengan segala rencana-NYA, dengan seluruh-NYA itu diberikan kepada manusia: sempurna – karena Allah sempurna. Kalau manusia hanya memberikan sebagian, hanya sekecil. Tapi karena Allah sempurna, Allah juga menebus manusia dengan sempurna. Mengerti?
    Mengerti, jawab umat.
    Baik. Kalau kamu mengerti, renungkan! Jangan lagi kamu bermain-main. Tidak usah kamu ikut campur tangan dengan dunia itu sendiri. Tapi lihatlah dirimu, dekatkanlah dirimu kepada Allah. Imanmu terus bertambah penuh dengan sempurna. Di saat kau dipanggil oleh Allah, engkau pulang dalam damai, bersatu dengan Allahmu di surga.
    Sekarang, mulai sekarang Aku Ibumu mau mengatakan: jangan ikut campur tangan. Itu bukan bagianmu. Bagianmu adalah mengasihi, mencintai dan melayani, bekerja dan berdoa. Tidak usah ikut mau tahu tentang kehidupan-kehidupan dunia .
    Hai anakKu. Cukuplah kamu percaya kepada Allah. Kamu bekerja. Nyatakan bahwa kamu adalah anak-anak Allah. Gandum dan ilalang tumbuh bersama. Tapi kamu, kamu kuat, kamu tidak tergoyahkan sedikit pun dengan semua peraturan mereka, hukum-hukum mereka: sangat menakutkan.
    Lihat! Apakah yang sudah terjadi di seluruh bumi dan juga terjadi di Negaramu ini? Lihat! Itu bukan datang dari Allah. Maka kamu mulai sekarang tidak usah lagi kamu berpikir dan berpikir, siapakah mereka. Aku mau menyampaikan:
    SUDAH CUKUP. WAKTUNYA TIDAK ADA LAGI.
    Sudah sekian lama Kebenaran itu bersama manusia di seluruh bumi. Tapi manusia memilih dunia. Sudah!
    Tidak lagi kamu mewartakan di luar saudara-saudaramu. Sekarang kamu bergegas bekerja untuk menyelamatkan saudara-saudaramu saat-saat terakhir ini. Tidak perlu kamu membawa mereka. Sudah, sudah tertutup untuk itu semuanya.
    Sudah tertutup! Makanya Allah berkenan, Kuasa-NYA mengantarkan Aku, supaya Aku Ibumu mau bicara yang benar yang sesungguhnya yang tidak pernah dibicarakan oleh para Imam-imam.
    Dan surga melihat, sekarang para Imam minta dukungan dari dunia bahwa Allah itu benar. Itu sudah salah! Jangan samakan Allah dengan dunia. Dunia tetap dunia. Allah tetap Allah. Mengapa para Imam takut kepada dunia ini !?
    Lihat! Saat terakhir ini mereka akan mengerti, mereka akan menangis dengan kesalahan-kesalahan yang sudah mereka perbuat sehingga banyak anak-anakKu berjatuhan dalam dosa dan banyak meninggalkan Allah mengikuti dunia ini. Itu ditanggung oleh para Imam. Dia pertanggungjawabkan kepada Allah di Surga.
    Anak-anakKu, sekarang sudah lebih baik untuk mengerti?
    Iya mengerti Ibu, jawab umat.
    Maafkan kami Ibu … bisakah Ibu menerangkan lebih dalam apa yang Ibu sampaikan baru saja, bahwa “para Imam minta dukungan dunia untuk menyatakan kebenaran tentang Allah”. Kami belum mengerti, Ibu. (seorang umat bertanya kepada Ibu Maria)
    Sebenarnya kamu sudah mengerti. Itu sudah hidup dan tertanam dalam para Imam dan Imam juga menyampaikan itu kepada anak-anakKu: “di luar Allah ada Keselamatan”. Itulah yang mereka tanamkan sampai saat ini.
    Di luar Allah, nama-NYA adalah Yesus. Itulah perjanjian Allah kepada para nabi: Allah akan datang ke bumi ini menjadi manusia, bertemu dengan manusia, berbicara bahasa manusia supaya manusia mengerti : sebenarnya Allah sudah ada bersamanya, adalah Yesus. Allah menyampaikan kepada Musa nama-NYA adalah Yahwe, AKU adalah AKU. (bdk Keluaran 3: 14, red)Disampaikan kepada Musa untuk bangsa Israel. Allah memperkenalkan diri-NYA kepada bangsa Israel adalah YAHWE.
    Musa meluruskan semua bangsa Israel karena Allah akan turun dari surga menjadi manusia hadir di tengah-tengah bangsa Israel.
    Dan Aku Ibumu, Roh dijadikan manusia melalui seorang ibu sehingga Aku hadir ke Bumi ini menjadi wanita namanya MARIA artinya BAHAGIA. Aku juga dihadirkan di dalam, bersama bangsa Israel. Aku bukan keturunan Israel. Bukan! Aku adalah Roh. Kamu mengerti?
    Mengerti Ibu, jawab umat.
    Dan Allahmu menjadi manusia, hidup di antara bangsa Israel namanya adalah TUHAN YESUS. Dan Tuhan Yesus itu adalah Allah. Bukan keturunan bangsa Israel. Sudah mengerti?
    Mengerti Ibu, jawab umat.
    Para Imam belum banyak mengerti. Mereka menyatakan Tuhan itu adalah keturunan Daud. Keturunan Daud adalah Yosef. Kamu mengerti?
    Mengerti Ibu, jawab umat.
    Maka ada keturunan bangsa Israel itu adalah Yosef, diberikan untuk melindungi karya Allah, rencana Allah, Aku Ibu Maria, Roh Allah bersemayam di rahimKu. Bukan rahim yang disebut seperti rahim seorang wanita seperti kamu. Tidak! Bukan!
    Sekali lagi supaya kamu mengerti. Allah hadir melalui Roh-NYA bersemayam. Apabila mungkin kamu bertanya, Roh Allah bersemayam, surga kosong? Tidak! Allah Maha Kuasa, Allah Maha Kuasa dengan segala. Tidak bisa dipikirkan tapi diterimalah dan renungkanlah supaya mengerti.
    Selalu dikatakan “Keluarga Kudus”. Iya! Benar! Tapi Aku Ibumu tetaplah Roh. Allah menghadirkan RohKu menjadi wanita. Tetap Roh! Bukan keturunan bangsa Israel.
    Jadi yang kamu pertanyakan itu sudah tertanam. Maka banyaklah anak-anakKu yang meninggalkannya. Celaka!
    Siapa yang percaya dia diselamatkan. Siapa yang tidak percaya dia dihukum.
    Ada dalam Kitab Suci kan? Ada.(bdk Yoh 3:18, red)
    Mengapa kamu bertanya dan bertanya dan bertanya. Semua sudah adadalam Kitab Suci. Sudah Jelas.
    Baik. Mungkin nanti, kamu sudah terlalu banyak. Renungkan dan baca kembali Kitab Sucimu, engkau akan mengerti dan teringat apa yang Aku sampaikan pada malam ini kepadamu.
    Cintailah Kitab Sucimu! Kalau engkau sungguh-sungguh mencintai Allah, cintai juga sepenuhnya Kitab Suci itu karena itu semua adalah Firman Allah yang hidup.
    Sekali lagi Aku katakan : Jangan sekali lagi di mana kamu bertemu, kamu bicara tentang dunia. Tetapi bicaralah tentang Allah, bicaralah tentang dirimu. Kamu sudah berbuat apa dalam hidupmu sampai saat ini? Jangan kamu ikut sertakan itu (dunia) dalam perjalanan Kebenaran ini. Surga tidak menginginkannya. Tutup! Tutup! Musnahkan itu dalam pikiranmu, hatimu, telingamu. Biarkan itu berjalan. Waktunya akan tiba: Gandum dan ilalang akan dipisahkan.
    Untuk memisahkan itu: tanda pemurnian, bukan kiamat. Kamu tidak mengalami kiamat. Kamu mengalami pemurnian atau kematian, supaya kamu nanti pulang dengan damai bertemu dengan Allahmu yang menunggumu, yang ditunggu di surga, menunggu kamu semuanya. Sampai di sini kamu sudah jelas?
    Sudah jelas Ibu, jawab umat.
    Baik. Kalau kamu sudah jelas. Baik! Renungkan dan lakukan.
    Dan Aku minta berkelompok-kelompoklah kamu saat-saat terakhir ini supaya kamu tidak sendiri mengalami kepedihan itu nanti. Berkelompok-kelompoklah dan berdoalah dan melayani. Itu saja harapanKu yang Aku minta kepadamu untuk kekuatanmu menghadapi pemurnian itu sendiri.
    Anak-anakKu semua yang Aku kasihi yang ada di sini dan Aku minta supaya kamu mulai menyampaikan Kebenaran ini kepada saudara-saudaramu. Jangan tunjukkan saja, tapi boleh dinikmati oleh saudara-saudaramu. Sempurna melayani karena Allahmu sempurna melayani kamu semuanya melalui kuasa-NYA untuk kamu yang ada di bumi ini.
    Baiklah, anak-anakKu semuanya. Sekali lagi Aku minta, juga kepada Alexius, Jangan lagi bicara tentang dunia itu. Jangan! Surga tidak menghendaki itu semuanya. Tapi bicaralah tentang Allah, tentang Keselamatan, tentang Kebenaran untuk anak-anakKu dan bawa mereka kembali kepada Allah supaya semua bahagia karena Aku bahagia, anakKu juga harus bahagia bersama Aku Ibumu di surga. Mengerti?
    Iya Ibu, jawab umat.
    Mengerti. Terima kasihKu untukmu Alexius anakKu yang Aku kasihi. Dan Isak Doera terima kasihKu untukmu. Selamat bekerja. Teruskan semua ini. Jangan takut dan kuatir. Biarkanlah semua itu berjalan, kamu berjalan dalam Roh. Roh Allah sendiri akan menyertai kamu semua melalui kuasa-NYA. Terima kasih untuk kamu semuanya.
    Terima kasih Ibu, jawab umat.
    Terima kasih. Kamu percaya?
    Percaya, jawab umat.
    Percaya! Kalau kamu tidak percaya, buatlah! Buatlah, kalau kamu tidak percaya. Tapi kamu akan menjadi manusia yang rugi dan tersesat dan menderita bersama dunia ini.
    Baiklah. Untuk kamu semua, terima kasihKu. Bekerja samalah kamu supaya kamu dapat berkumpul seperti ini kembali dan ajaklah saudara-saudaramu supaya mereka juga boleh mengalami kasih Tuhan hadir saat-saat ini menjelang Pemurnian yang akan turun ke bumi ini. Terima kasih, untuk kamu semuanya
    Terima kasih Ibu, jawab umat.
    Dan salamKu untuk Agnes. Terima kasihKu untuk Agnes yang setia melayani bersamamu. Memang cukup berat, cukup menderita buat Agnes, tapi Allah menyertainya dalam kehidupannya, dia tidak sendiri danAku Ibunya selalu menguatkan dia dalam pelayanan bersamamu di manapun kamu berada. Terima kasih.
    Terima kasih Ibu, jawab umat.
    Terima kasih. Mari kita satu dalam doa.

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: